Enzo: The Art Of Racing In The Rain…

Gw baru aja baca novel ini semalam suntuk dan hasilnya…

Mata gw bengkak karena nangis sepanjang malam…. Ceritanya sangat-sangat mengharukan… Setiap gw ingat lagi ceritanya, air mata gw langsung netes….hiks..hiks…terserah deh mau dibilang gw terlalu lebay atau cengeng….bodo’!

Novel ini mengambil sudut pandang seekor anjing, Enzo,  yang merasa dirinya itu lebih dari seekor anjing biasa. Dia bisa mengerti dan memahami segala tindak tanduk manusia yang ada disekitarnya, terutama majikannya, Denny yang seorang pembalap. Bahkan dia meyakini bahwa dia sebenarnya manusia yang terperangkap dalam tubuh sekor anjing. Enzo bahkan senang menonton TV, banyak infomasi dan pengetahuan dia dapatkan dari benda elektronik itu. Acara favoritnya adalah turnamen balap mobil, dimana dia dapat memahami secara penuh bagaimana sebenarnya karakter majikannya itu. Melalui Denny, Enzo memperoleh banyak pengetahuan mengenai kehidupan manusia. Dia memahami bahwa hidup, seperti halnya balapan, tidaklah hanya soal melaju kencang. Dengan menggunakan teknik-teknik di arena balap, manusia dapat berhasil menjalani kehidupan. Banyak hal yang sangat ingin dia lakukan bahkan dia ceritakan pada majikannya atau orang yang ada disekitarnya. Namun karena dia hanya dibekali dengan lidah panjang yang hanya bisa mengulur dan mulut yang hanya bisa mengeluarkan suara menyalak, Enzo hanya dapat mendengarkan dan merespon segala sesuatunya dengan bahasa tubuh seekor anjing. Dengan segala keterbatasannya sebagai seekor anjing,  Enzo selalu berusaha memberikan peringatan, sinyal, dan bahkan semangat untuk majikannya serta keluarganya dalam setiap peristiwa yang terjadi dalam kehidupan mereka. Bahkan di saat Denny berada pada titik terlemah dalam hidupnya, Enzo dengan menghiraukan rasa sakitnya sendiri berusaha membuat Denny untuk jangan menyerah dan terus berjuang hingga Denny  kembali mendapatkan hak asuh atas anaknya. Enzo dan Denny lebih dari sekedar anjing dengan majikannya. Enzo dan Denny adalah sahabat. Enzo tahu Denny mengerti dirinya dan begitu pula sebaliknya. Hingga akhir hidupnya, Enzo terus mendampingi Denny hingga Denny mendapatkan kembali kehidupannya.

Habis baca novel ini, gw jadi merasa bersalah sama anjing yang ada dirumah, sekarang dah gak ada,  yang dulu sering gw kerjain dan gw aniaya, gw emang suka binatang tapi kalo buat ngurusin… gw masih belum sanggup. Tapi kayaknya gw jadi pingin punya anjing kayak Enzo. Gw kagum banget dengan kesetian dan kecerdasannya…. Kira-kira gw bisa gak ya kayak Denny? Menganggap anjing bukan sekedar binatang, tapi sahabat yang akan terus mendampingi kita sampai kapan pun tanpa keluh kesah…

Duh kok jadi sentimentil gini y….

Advertisements

1 Comment »

  1. Thomas Said:

    Cool…..nice sinopsis.
    salam

    http://thomasandrianto.wordpress.com/2010/04/12/p-s-i-love-you/


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: